Ketika manusia mengkategorikan sesamanya menurut kategori bodoh atau pandai, miskin atau kaya, lambat atau efektif, lemah atu kuat. dsb maka kita harus waspada dengan semua kategori ini. Mengapa ? Karena tentunya secara alamiah manusia berdosa lebih suka dengan sisi yang sebelah kanan yaitu pandai daripada bodoh, kaya daripada miskin, efektif daripada lambat, kuat daripada lemah. Dan manusia akan semakin berjuang untuk meraih sisi ini.  Penilaian manusia terhadap manusia lainnya dilihat dari sisi angka dan kinerja yaitu angka IQ, angka materi, angka hasil, dsb. Ketika manusia dinilai melalui predikatnya seperti pekerjaannya, jabatannya, pendidikannya, status masyarakatnya, dsb ini adalah dehumanisasi. Manusia secara subjek dan esensinya sendiri adalah gambar dan rupa Allah yang mempunyai nilai dan dignitas.

Adalah satu kejahatan ketika manusia menjadikan dirinya fokus dan mulai menyembah berhala angka penilaian. Dengan menyembah angka maka bagi yang angkanya kurang akan merasa iri, benci, kesal, merasa tidak bernilai, merasa kehilangan harga diri dan bagi yang angkanya lebih akan merasa sombong, menindas, dsb. Pola ini bertentangan dengan pola yang Alkitab katakan.

Di dalam Alkitab tuan harus mengasihi hambanya dan hambanya harus taat pada tuannya. Yang kuat harus membantu yang lemah. Yang lebih utama harus melayani. Yang menjadi Raja justru paling melayani.

Saya percaya semua pengkategorian dehumanisasi ini akan menjadi hilang bila kita mencoba terus memandang pada Tuhan Yesus Kristus. Di dalam Kristus tidak ada perbedaan antara tuan dan hamba, laki-laki dan perempuan, orang yahudi dan orang bukan yahudi. Dan menarik bahwa Kristus sendiri sebagai Raja menjadi hamba, sebagai yang kuat menjadi lemah supaya memperkuat, sebagai yang kaya menjadi miskin supaya memperkaya. Dan Tuhan Yesus memberikan satu jalan keluar di dalam masalah penilaian manusia terhadap manusia lainnya yaitu kasih. Kasih Tuhan memampukan kita menilai manusia lainnya bukan sebagai objek tetapi sebagai pribadi untuk dikasihi.

Marilah kita semakin berjuang untuk saling mengasihi karena Allah kita adalah kasih dan yang lahir dariNya mengasihi

Jeffrey Lim

We have 25 guests and no members online