Ketika berpikir mengenai kecemasan, marilah kita memandang kecemasan ini dari kerangka teologis Creation, Fall, Redemption and Consummation ( CFRC ). Di dalam kerangka ini maka segala bentuk ketidakseimbangan dan kerusakan di dalam mood ( perasaan ) manusia adalah karena kejatuhan manusia ke dalam dosa. Dan segala bentuk penyimpangan ini adalah penyimpangan dari original ciptaan Tuhan sebelum jatuh  ke dalam dosa. Sebelum jatuh dalam dosa semuanya baik adanya. Namun sesudah Adam dan Hawa jatuh dalam dosa maka Alkitab mencatat bahwa mereka menjadi takut dan bersembunyi. Mereka menjadi cemas dan berjaga-jaga. Respon mereka secara melarikan diri ( flight ) adalah mereka bersembunyi. Dan respon mereka secara menghadapi ( fight ) adalah Adam menyalahkan Hawa dan Hawa menyalahkan ular. Mereka sudah tidak tenang dalam batinnya. Dosa sudah masuk dalam kehidupan manusia.   

Ketika kita hendak mengerti mengenai kecemasan, kecemasan dapat digambarkan sebagai takut, phobia, panik, gelisah, tidak beriman, kuatir dan kata-kata lain yang melukiskan dimensi hal ini. Satu hal yang mengakibatkan kecemasan adalah karena kita berjaga-jaga ( alert ) secara mental dan bersandar pada kecukupan diri kita sendiri. Mental kita menjadi begitu sangat peka dan kita ingin segala sesuatu berada di dalam penguasaan kita. Manusia berdosa di dalam pergumulannya ingin agar realitas ini berada di dalam penguasaan mereka. Mereka ingin menjadi Tuhan atas dirinya sendiri. Dan ternyata realitas ini seringkali tidak dapat kita kendalikan. Karena itu manusia menjadi cemas dan kuatir.  Banyak hal di luar kendali kita dan kita waspada dan berhati-hati dan berjaga-jaga. Kita cemas.   

 

Setelah kita mengenal Tuhan Yesus sebagai Tuhan dan juruselamat, kita bukan berarti lepas total dari kecemasan. Seringkali keinginan kita ketika kita menghadapi kecemasan adalah kita lepas dari kecemasan. Tetapi kelepasan total dari kecemasan akan terjadi bukan di dalam hidup ini tetapi di dalam hidup yang masa datang ketika tiba saatnya penggenapan. Ketika kita berada di dalam penebusan Yesus Kristus ( redemption ) maka kita belajar menghadapi kecemasan secara relasional dengan Tuhan Allah. Kita dapat mengambil contoh bahwa Tuhan Yesus di taman getsemani mengalami pengalaman kemanusiaan yang sungguh riil. Dia cemas dan gelisah hatinya karena pencobaan berat  kayu salib yang akan Dia hadapi adalah riil. Dia berdoa. Dan adalah yang kita dapat belajar dari Tuhan Yesus bahwa Dia menyerahkan kendali realitas kepada Bapa di surga. Tuhan Yesus percaya bahwa dibalik semua penderitaan ini bahwa Bapa adalah baik dan Dia mempercayakan hidupNya kepada Bapa di surga. Jadi orang percaya di dalam dunia ini bukan berarti tidak mempunyai kecemasan atau ketakutan atau kekuatiran. Tetapi orang percaya seharusnya mempercayakan semua kendali realitas ini kepada Bapa di surga yang baik.   

Di dalam surat Paulus kepada jemaat di Filipi ada satu ayat yang mengatakan bahwa damai sejahtera Allah yang melampaui segala akal dan pikiran memelihara hati dan pikiranmu dalam Kristus Yesus ( Filipi 4:7) . Bagi saya ini suatu ayat yang dasyat sekali. Ayat ini di dalam bahasa Inggris adalah the peace of God guard your heart and mind. Ini berarti bahwa Allah yang menjaga dan sebagai penjaga hati dan pikiran kita. Maka ayat ini kalau kita imani seharusnya menjadi satu terobosan di dalam kita menghadapi kecemasan. Kita tidak perlu mengontrol realitas kehidupan ini karena semuanya ada di dalam tangan Allah yang baik. Dan Allah yang baik itu menjaga hati dan pikiran kita dengan damai sejahteraNya. Coba renungkan baik-baik ayat ini. Kita mempunyai penjaga yang menjaga hidup kita. Kita dapat hidup tanpa kita harus terus menerus berjaga-jaga dan mengontrol hidup kita dengan kekuatan kita sendiri. Semua ada di dalam pemeliharaan Bapa surgawi. Dan ketika realitas dan lingkungan terasa kacau dan chaotic bagi kita, kita beriman bahwa semua itu ada di dalam tangan Bapa dan juga hati pikiran kita dijaga Bapa dalam damai sejahteraNya.   

Ada lagu this is my Father world  ( Inilah dunia Hu )yaitu sebuah lagu indah yang melukiskan bahwa dunia ciptaan ini adalah dunia Bapa kita dan Bapa surgawi memerintahNya. Semuanya ada di dalam pengawasan dan kasih sayangNya. Dan apapun yang terjadi di dalam dunia in ada di dalam rancangan damai sejahteraNya bagi kita anak-anakNya. Ini adalah satu penghiburan dan kekuatan yang luar biasa di dalam kita menghadapi kecemasan.   

Satu refleksi dari perenungan singkat ini adalah marilah kita hidup dengan beriman di dalam penjagaan Tuhan Allah kita. Dia yang menjaga batin dan hidup kita dengan damai sejahteraNya.
Saya menutup perenungan singkat ini dengan satu bagian Firman Tuhan dari Mazmur 121
121:1 Nyanyian ziarah. Aku melayangkan mataku ke gunung-gunung; dari manakah akan datang pertolonganku?
121:2 Pertolonganku ialah dari TUHAN , yang menjadikan langit dan bumi.
121:3 Ia takkan membiarkan kakimu goyah, Penjagamu tidak akan terlelap.
121:4 Sesungguhnya tidak terlelap dan tidak tertidur Penjaga Israel.
121:5 Tuhanlah Penjagamu ,  Tuhanlah naunganmu di sebelah tangan kananmu.
121:6 Matahari tidak menyakiti engkau pada waktu siang, atau bulan pada waktu malam.
121:7 TUHAN akan menjaga engkau terhadap segala kecelakaan; Ia akan menjaga nyawamu.
121:8 TUHAN akan menjaga keluar masukmu, dari sekarang sampai selama-lamanya. L

Let’s s rejoice in the Lord !
Jeffrey Lim
16-8-2013

We have 27 guests and no members online