Di dalam dunia sekarang, orang yang stress dan depresi makin banyak. Tetapi banyak orang salah langkah di dalam ambil keputusan untuk penyembuhan. Orang pikir penyembuhannya adalah dengan obat anti depressant. Asumsi ini diambil karena depresi disebabkan oleh ketidakseimbangan kimiawi di otak. Maka untuk menyeimbangkan cairan kimiawi, kita memakan anti depressant.
Ketika orang percaya mengalami depresi bahkan depresi yang berkepanjangan maka penting untuk melihat perspektif yang benar mengenai hal ini. Mana yang benar : orang percaya itu adalah seorang Kristen depresi ( Depressed Christian ) atau seorang Kristen yang bergumul dengan depresi ? Sepertinya kedua hal ini seperti mirip tetapi berbeda.
Perspektif seorang Kristen Depresi ( Depressed Christian ) mempunyai implikasi bahwa depresi itu melekat dengan diri orang itu. Depresi dapat dipandang sebagai sesuatu yang besar dan tidak dapat dipisahkan dari orang percaya itu. Bahkan yang lebih parah seseorang dapat memandang identitas dirinya pertama dirinya sebagai seorang yang depresi dan kedua sebagai seorang Kristen. Identitas masalah menjadi lebih besar daripada status yang Tuhan Allah sudah berikan kepada dia sebagai orang percaya.
