Bersedih hati lebih baik daripada tertawa, karena muka muram membuat hati lega ( Pengkotbah 7:3 )   

Kembali saya akan membahas mengenai hati yang gembira adalah obat dimana judul kali ini adalah bersedih lebih baik daripada tertawa. Di lihat dari judulnya ini seperti hal yang kontradiksi. Kok bisa bersedih itu lebih baik daripada tertawa ? Bukankah hati yang gembira adalah obat tetapi kok disini dikatakan bahwa muka muram membuat hati lega ? Bagi saya ini bukan kontradiksi. Tetapi justru ada rahasia di dalamnya.

Sejujurnya dunia tidak menyukai ratapan. Padahal dunia ini adalah dunia yang penuh dengan penderitaan dan masalah. Manusia pada umumnya lebih suka melupakan masalah dengan kesenangan dunia. Mereka tidak suka meratap. Sebaliknya kalau kita selidiki di dalam Alkitab seringkali orang benar adalah orang yang meratap. Coba lihat kitab Mazmur yang berisi emosi orang-orang kudus. Emosi apakah yang paling banyak di dalam kitab mazmur ? Meratap.   

 

Mengapa manusia tidak suka meratap ? Karena mereka tidak mau mengakui realita. Mereka tidak jujur kepada diri mereka sendiri. Mereka lebih suka bertopeng dan membuat kesan seolah-olah mereka bergembira. Coba selidiki hidup para artis. Mereka kelihatannya bergembira dan senang. Tetapi mengapa diantara mereka banyak yang bunuh diri ?   

Dulu saya ketika masih remaja suka menonton film silat. Di dalam satu film silat berjudul Pendekar Pemanah burung rajawali  lakonnya adalah Kwee ceng dan Ouw yong. Yang memerankan Ouw Yong sebagai istri kwee ceng adalah salah satu artis yang harus memerankan peran ceria dan cerdik. Ternyata saya mendengar berita artis yang kelihatannya cantik, ceria, manis dan cerdik mati bunuh diri karena masalah cinta. Inilah dunia yang tragis. Dunia yang penuh ironis.   

Di dalam menghadapi penderitaan kita harus belajar jujur kepada diri kita sendiri, kepada orang lain dan kepada Tuhan. Kejujuran dan menerima realita akan membuat hati kita menjadi lebih lega. Daripada berpura-pura sukacita lebih baik jujur mengakui bahwa kita bergumul. Tetapi jangan patah semangat ! Sebab di dalam Alkitab ada janji yaitu “Diberkatilah / Berbahagialah mereka yang berduka karena mereka akan dihiburkan”. Untuk dihiburkan kita terlebih dahulu melewati duka dan ratapan. Dan ketika kita dihiburkan maka kita akan bersukacita.

Soli Deo Gloria
Jeffrey Lim
21-12-2013

We have 22 guests and no members online