Barangsiapa berkata, bahwa ia berada di dalam  terang, tetapi ia membenci saudaranya, ia berada di dalam kegelapan sampai sekarang ( 1 Yoh 2:9 )

Ada satu pernyataan yang sulit dan membuat saya tercengang serta kaget yaitu siapa yang masih menyimpan benci masih berada di dalam kegelapan. Dan siapa yang membenci, dia adalah pembunuh dan tidak ada pembunuh yang tetap memiliki hidup yang kekal di dalam dirinya sendiri ( 1 Yoh 3:15 ). Coba anda selidiki hati anda ! Apakah kalimat ini begitu mengerikan ?   

Siapa kita yang lepas dari benci ? Atau sebaliknya siapa dari kita yang bisa mengasihi Tuhan dan sesamanya ?   

Tidak ada seorangpun bisa tanpa anugerah Tuhan melalui kematian AnakNya.  

Satu hal kita harus sadar bahwa kita adalah orang berdosa. Jika kita mengatakan kita tidak berdosa maka kita pendusta dan kebenaran tidak ada di dalam kita ( 1 Yoh 1:8 ). Tetapi jika kita mengaku dosa maka Dia setia dan adil sehingga Ia akan mengampuni segala dosa kita dan menyucikan kita dari segala kejahatan ( 1 Yoh 1:9 ). Semua ini dimungkinkan karena karya Kristus di kayu salib.   

 

Kristus mati di kayu salib supaya kita beroleh hidup, bahkan hidup di dalam kelimpahan, dan bahkan hidup yang kekal. Tetapi ada jalan yang harus kita tempuh seumur hidup. Yaitu jalan salib. Barangsiapa mengatakan bahwa ia ada di dalam Dia, ia wajib hidup sama seperti Kristus telah hidup. ( 1Yoh 1:6). Hidup kita mempunyai satu misi yaitu untuk mati. Untuk mati terhadap dosa dan mati terhadap diri serta kedagingan. Dengan jalan mati maka kita memperoleh jalan hidup. Siapa yang ingin memperoleh nyawanya akan kehilangan nyawanya. Karena itu kita harus mati terhadap dosa supaya kita hidup.
Marilah kita hidup menyangkal diri, memikul salib, mengikut Yesus Kristus

Marilah kita saling mengasihi.

Jeffrey Lim
26-12-2013

We have 30 guests and no members online