Perenungan sederhana tentang bisnis, waktu dan kehidupan

Banyak orang modern punya filosofi dan konsep tentang waktu bahwa waktu adalah uang. Di dalam filsafat ini ada beberapa pengertian yaitu bahwa uang adalah nilai yang penting sekali bagi orang modern. Istilahnya uang itu adalah sumber kebahagian. Tetapi mari kita amati pandangan ini. Banyak orang di dunia ini yang kaya tetapi hidupnya tidak bahagia. Karena kebahagiaan bukan terletak di aspek materi terutama tetapi di aspek non materi atau batiniah.

 

Uang tidak bisa membeli kebahagiaan anda walaupun bicara realistic bahwa tanpa uang anda mungkin bisa susah juga. Tetapi yang jelas satu hal bahwa uang bukan aspek terpenting. Masih banyak kekayaan hidup manusia yang diberikan Tuhan untuk dinikmati selain uang. Yaitu kesehatan, keluarga, kasih sayang, Kecukupan, rasa puas, Ketenangan batin, dll. Bila uang menjadi hal yang terpenting maka orang yang bekerja menjadi tukang sapu tidak bisa menikmati pekerjaan dia. Karena time = money dan waktu yang tukang sapu habiskan tiap hari hasilnya tidak banyak secara materi maka dia tidak akan bahagia. Tetapi mungkinkah seseorang pekerjaannya sederhana tetapi dia bahagia ? Jawabannya mungkin !

Di dalam memandang pekerjaan maka kita perlu sadar bahwa yang menjadi kenikmatan bekerja kita adalah bukan uang terutama tetapi kepuasan batin. Ada di mana kepuasan batin seseorang yang bekerja banyak dan menghabiskan waktunya bekerja setiap hari ? Kepuasan ini ada di dalam menyadari bahwa pekerjaan dia adalah panggilan hidup dan mandat ilahi. Bekerja adalah beribadah. Bekerja adalah suci. Bekerja adalah sacral. Bekerja adalah martabat seorang manusia. Kalau kita membaca Alkitab di dalam Kitab Kejadian 1-2. Tuhan memerintahkan manusia untuk menaklukan alam. Untuk memelihara taman dan mengusahakannya. Ini adalah mandat Tuhan untuk manusia bekerja. Dan menyadari panggilan ini akan membuat kita tahu bahwa waktu kita bekerja itu kita sedang melakukan kehendak Tuhan. Karena itu nilainya bukan dinilai dari materinya tetapi apakah kita berpadanan dengan panggilan kita ? Yang membuat seseorang bersemangat di dalam pekerjaannya adalah kalau dia tahu bahwa pekerjaannya adalah mulia, berguna dan mendatangkan keuntungan buat dia, orang yang dikasihinya dan juga berpadanan dengan panggilan ilahi.

Kembali kepada soal waktu. Lalu bagaimana alternatif lain dari memandang waktu = uang ? Ada proposal yang lebih indah yaitu bahwa waktumu adalah hidupmu, kesempatanmu, dan asetmu di dalam dunia yang sementara untuk berkarya demi Tuhan. Memandang waktu seperti ini akan membuat kita menyadari bahwa nilai dari waktu adalah nilai kehidupan. Bukan seremeh nilai uang. Waktu kita adalah berharga, harus dinikmati dan juga harus diisi dengan hal-hal yang berguna. Kehidupan ini diberikan Tuhan begitu limpah dan kaya kepada kita. Karena itu harus dinikmati , disyukuri dan diisi dengan baik-baik. Time is your life…..

Jeffrey Lim
Bandung 19 Juni 2010

We have 11 guests and no members online