Pengkotbah di dalam kitab Pengkotbah mengatakan “kesia-siaan belaka. Kesia-siaan belaka” ( meaningless ! meaningless ! ). Pesan yang kedengarannya negatif ini adalah sebenarnya realita yang kita hadapi. Paulus di dalam Roma 8:20 juga mengatakan satu realita bahwa seluruh ciptaan sudah ditaklukan kepada kesia-siaan. Dari perspektif ini kita bisa mengerti mengenai realita dunia yang kita hidupi sekarang ini yang serba membuat frustasi.

Mengapa ada kefrustasian di dalam dunia ini ?

Mengapa ketika manusia semakin banyak di dalam dunia ini semakin banyak kemiskinan ? Mengapa alam sepertinya tidak bersahabat dengan kita dan kita harus berpeluh untuk berusaha di dalam dunia ini ? Mengapa realita itu kelihatan sepertinya keras dan kejam ? Mengapa saya ada realita penderitaan ? Mengapa ada realita sakit penyakit ? Dan bahkan realita kematian. Mengapa adanya ketidakadilan di dalam dunia ini ? Mengapa adanya ironis-ironis dalam dunia ini ? Kitab pengkotbah banyak membahas mengenai ironisnya dunia ini.

 

Memang sebenarnya dunia yang kita hidupi sekarang ini bukanlah dunia yang normal. Tetapi dunia yang sudah abnormal. Bahkan ketika segala sesuatu berjalan dengan baik di dalam hidup kita bukan berarti dunia kita adalah dunia yang normal. Dunia kita sudah jatuh di dalam dosa dan ditaklukan kepada kesia-siaan.

Kita sebagai orang yang sudah beriman kepada Tuhan Yesus Kristus, yang sudah dibebaskan dari cara hidup yang sia-sia ( hidup yang berdosa ) dengan darah yang mahal, tetap juga tidak kebal terhadap frustasinya hidup ini. Sebab realita frustasinya hidup ini adalah realita riil bagi orang tidak percaya dan juga orang percaya. Tetapi satu hal yang membuat orang percaya mempunyai pengharapan yaitu bahwa di dalam Kristus orang percaya mendapatkan jawabannya. Kematian dan kebangkitan Yesus Kristus adalah jalan keluar terhadap masalah kesia-siaan ini.

Ketika Yesus Kristus mati sebagai manusia, kematianNya adalah kematian yang menggantikan ( subsitusi ). Kematian Yesus Kristus di kayu salib memuaskan murka Allah dan memperdamaikan manusia berdosa dengan Allah. Kematian Tuhan Yesus di Golgota adalah kematian yang menggantikan apa yang seharusnya orang berdosa dapatkan yaitu murka Allah dan kutukan. Tetapi Allah mengasihi dunia sehingga Dia mengaruniakan AnakNya. KematianNya adalah wujud kasih Allah.

Ketika Yesus bangkit maka realita dunia yang akan datang masuk ke dalam dunia yang sekarang. Tubuh natural digantikan dengan tubuh spiritual. Dan inilah pengharapan bagi mereka yang percaya dan berada di dalam Dia. Mereka yang percaya kepadaNya dengan iman melihat bahwa di masa yang akan datang mereka akan dibangkitkan pada masa kedatanganNya yang kedua kali. Dan mereka yang percaya mempunyai hidup baru di dalam Tuhan. Mereka mengalami pembaharuan di dalam batin. Dan mereka mempunyai kehidupan rohani dimana mereka bisa berelasi dengan Allah dan memanggil Allah sebagai Bapa. Karena terang hidup itu sudah datang dan mereka ada di dalamNya maka mereka mempunyai pengharapan hidup yang berkelimpahan.

Realita ciptaan baru sudah terjadi di dalam diri orang percaya walaupun ada aspek yang belum terjadi yaitu kebangkitan tubuh ( already but not yet ). Tetapi cicipan kebangkitan rohani di masa kini menjadi satu pengharapan bahwa di masa depan akan terjadi kebangkitan tubuh. Karena itu orang percaya adalah orang yang berpengharapan dan mempunyai arti hidup.

Kita sebagai orang percaya masih hidup dalam dunia yang berdosa dan penuh frustasi ini. Tetapi kita punya pengharapan karena penebusan yang dilakukan Allah di dalam AnakNya Tuhan Yesus Kristus. Karena itu marilah kita terus mempunyai sukacita dan pengharapan. Sebab penderitaan di masa kini tidak dapat dibandingkan dengan kemuliaan di masa depan.

Jeffrey Lim

28-8-2013

We have 29 guests and no members online