Di dalam konteks dunia yang sudah jatuh dalam dosa, salah satu akibat dosa adalah manusia harus berpeluh dan kerja keras. Kerja sudah menjadi satu keharusan untuk bertahan hidup. Dan banyak orang berpandangan bahwa kerja adalah sesuatu yang tidak menyenangkan. Memang setelah manusia jatuh dalam dosa terjadi perubahan di dalam diri manusia yang tadinya menyembah Allah menjadi menyembah berhala. Di dalam menyembah berhala maka manusia diperbudak oleh iblis dan kuasa dosa.

Allah kita sesungguhnya bukanlah tiran. Dia adalah Bapa yang baik. Tetapi iblis dan dosa adalah seperti tiran yang memperbudak manusia. Metafora perbudakan di Mesir adalah satu metafora yang baik untuk menggambarkan apa itu kejahatan dan dosa. Orang-orang dipecut oleh tiran yang jahat yaitu Firaun yang adalah sebenarnya melambangkan satu personfikasi dari kejahatan. Sesungguhnya manusia berdosa diperbudak oleh keinginan dagingnya sendiri sehingga jalan hidupnya berada dalam perintah dosa. Karena itu Alkitab mengatakan bahwa orang yang berbuat dosa adalah hamba dosa ( budak dosa ). Manusia diperbudak oleh keinginannya sendiri yang melawan keinginan Roh.

 

Tetapi puji Tuhan ! Kristus datang untuk membebaskan kita dari perbudakan dosa. Ini adalah berita sukacita yaitu Allah berinkarnasi menjadi manusia dan melakukan seluruh tuntutan hukum Taurat. Kita yang percaya kepada Kristus dibebaskan dari belenggu dosa dan menjadi anak-anak Allah. Allah kita bukanlah tiran yang  jahat. Allah kita adalah Bapa yang baik. Bahkan Bapa yang baik menyediakan satu perhentian bagi umatNya untuk menikmatiNya. Tuhan memberikan kita Sabat.    

Kalau kita memikirkan mengenai sabat seringkali banyak orang memikirkan bahwa setelah mereka kerja berat 6 hari maka mereka bebas dan libur serta menikmati sabat. Jadi seringkali kita membenci kerja 6 hari dan menyukai istirahat di hari minggu. Sesungguhnya konsep Sabat yang benar adalah kita beristirahat di hari minggu supaya kita dapat melakukan perbuatan baik yang Tuhan sudah sediakan di hari-hari biasa. Ini menjadi satu pola metafora. Sebenarnya pun ketika kita sedang saat teduh, kita sedang di dalam sabat mengisi diri untuk melakukan perbuatan baik setelah beristirahat. Sesungguhnya ketika kita kerja adalah suatu berkat karena kita sudah menikmati Sabat di dalam Tuhan. Kita sudah diperbudak di dalam tirani dosa dan bebas melakukan banyak perbuatan baik sesuai dengan talenta kita. Marilah kita terus mengembangkan seluruh talenta dan pekerjaan kita untuk Tuhan.

Soli Deo Gloria
Jeffrey Lim
17-12-2013

We have 10 guests and no members online