Permohonan pertama dari doa Bapa kami adalah dikuduskanlah namaMu. Yaitu supaya nama Tuhan dikuduskan. Apakah artinya permohonan ini ?  Dikuduskan namaMu ini berarti supaya nama Tuhan dimuliakan atau Tuhan sendiri dimuliakan. Pengertian bahasa dikuduskan namaMu sama dengan dimuliakan namaMu. Pengertian ini sesuai dengan yang kitab Suci sendiri nyatakan dari Imamat 10:3 “Inilah yang difirmankan Tuhan : Kepada orang yang karib kepadaKu Ku-nyatakan kekudusan-Ku dan diseluruh bangsa itu akan Kuperlihatkan kemuliaanKu”

Lalu apa artinya kemuliaan ?  Kita membahas mengenai apa itu artinya mulia ? Mulia itu dalam kata aslinya Ibrani  berarti berat (heavy) atau membuat berat ( make heavy). Sesuatu yang ringan itu tidak berharga dan tanpa nilai. Berat menunjukkan suatu bobot dan nilai.

Di dalam membahas mengenai apa arti kemuliaan, kita membahas beberapa aspek :
1. Kemuliaan  menunjukkan apa yang di dalam. Kemuliaan menujukkan apa yang intrinsic. Ketika melukiskan apa yang di dalam atau internal ini berarti melukiskan kebesaran, dignitas, dan keberhargaan. Kata mulia sering diartikan kebesaran seseorang atau sesuatu benda yang mengandung kebesaran atau keindahan di dalam dirinya.  

 

2. Memiliki sesuatu yang besar dan hebat seringkali dimengerti dengan kemuliaan seseorang. Kita menemukan di dalam Alkitab bahwa kekayaan seringkali dipanggil kemuliaan seperti di dalam Mazmur 49:17-18 :
“Janganlah takut, apabila seseorang menjadi kaya, apabila kemuliaan keluarganya bertambah, sebab pada waktu matinya semuanya itu tidak dibawanya serta, kemuliaannya tidak akan turun mengikuti dia.”
Iblis ketika mencobai Tuhan Yesus menawarkan semua kerajaan dunia dan kemuliaannya. ( Matius 4:8 ). Kekayaan tidak selalu berarti hal materi tetapi kekayaan juga dapat berarti hal rohani. 1 Korintus 2:7 mengatakan :
“Tetapi yang kami beritakan ialah hikmat Allah yang tersembunyi dan rahasia yang sebelum dunia dijadikan, telah disediakan Allah bagi kemuliaan kita.”  
Efesus 1:18 mengatakan  : “Dan supaya Ia menjadikan mata hatimu terang, agar kamu mengerti pengharapan apakah yang terkandung dalam panggilanNya; betapa kayanya kemuliaan bagian yang ditentukanNya bagi orang-orang kudus dan betapa hebat kuasaNya bagi kita yang percaya, sesuai dengan kekuaan kuasaNya.”  

3. Kemuliaan di dalam Alkitab sering dipakai untuk melukiskan emanasi atau komunikasi dari kemuliaan yang di dalam yang terpancar keluar. Ini seperti terang yang terpancar keluar dari matahari. Seperti halnya terang dari matahari dan bulan dipanggil kemuliaan mereka. Pengertian kemuliaan juga sering digunakan kepada Allah dan kepada Kristus.  Kristus di dalam Ibrani 1:3 dikatakan bahwa Ia adalah cahaya kemuliaan Allah dan gambar wujud Allah dan menopang segala yang ada dengan FirmanNya yang penuh kekuasaan” Jadi kemuliaan adalah seperti pancaran terang. Di dalam Wahyu 21:11 dan 23 mengatakan “Kota itu penuh dengan kemuliaan Allah dan cahayanya sama seperti permata yang paling indah, bagaikan permata yaspis, jernih seperti Kristal.” “ Dan kota itu tidak memerlukan matahari dan bulan untuk meneranginya dan Anak Domba itu adalah lampunya”

4. Kemuliaan juga dapat berarti kepenuhan kebaikan dan anugerah Allah. Kata mulia ketika diaplikasikan kepada Allah atau Kristus seringkali berarti komunikasi kepenuhan Allah yang berarti juga sama dengan kebaikan dan anugerah Allah yang melimpah. Di dalam Efesus 3:16 dikatakan “Bahwa Aku berdoa supaya Ia, menurut kekayaan kemuliaanNya, menguatkan dan meneguhkan kamu oleh RohNya di dalam batinmu.”
 Ini parallel dengan Efesus 2:7 dikatakan “Supaya pada masa yang akan datang Ia menunjukkan kasih karuniaNya yang melimpah-limpah sesuai dengan kebaikanNya terhadap kita dalam Kristus Yesus.”
Di dalam Filipi 4:19 dikatakan “Allahku akan memenuhi segala keperluanmu menurut kekayaan dan kemuliaanNya di dalam Kristus Yesus.”

5. Kemuliaan Allah juga berarti hormat kepada Dia. Kemuliaan berarti pengetahuan akan kebesaran Allah. Manifestasi kemuliaan, emanasi dari terang mempunyai relasi dengan mata. Terang adalah kualitas yang berkaitan dengan indera melihat. Dan pengetahuan sering diekpresikan di dalam Alkitab sebagai terang. Kata mulia sering digunakan di dalam Alkitab mengimplikasikan hormat ketika seseorang melihat dengan matanya. Hormat mengimplikasikan pengetahuan akan dignitas dan kebesaran dia yang mempunyai hormat itu.

6. Kemuliaan juga mengimplikasikan adanya pujian. Antara kemuliaan dan pujian saling berkaitan. Mazmur 50:23 mengatakan siapa yang mempersembahkan syukur ( atau praise – pujian ) sebagai korban, ia memuliakan Aku”. Efesus 1:6 mengatakan
“Supaya terpujilah kasih karuniaNya yang mulia, yang dikaruniakanNya kepada kita di dalam Dia yang dikasihiNya”.
Ayat 12 dari Efesus 1 mengatakan “Supaya kami yang sebelumnya telah menaruh pengharapan pada Kristus boleh menjadi puji-pujian untuk kemuliaanNya.”   

Secara singkat kita simpulkan bahwa kemuliaan dapat menunjukkan sesuatu yang di dalam. Kemuliaan dapat menunjukkan kepemilikan dan kekayaan. Kemuliaan melukiskan komunikasi kemuliaan yang berada di dalam untuk terpancar keluar seperti terang yang memancar. Kemuliaan berarti juga kepenuhan kebaikan dan anugerah Allah. Kemuliaan berarti juga hormat kepada Dia dan kemuliaan juga berarti mengimplikasikan adanya pujian.

Lalu apa itu kemuliaan Allah ?   

Kemuliaan Allah adalah manifestasi dari kepenuhan Allah. Kemuliaan internal dan kepenuhan Allah ada di dalam 3 hal yaitu di dalam pengetahuanNya yang tidak terbatas, kebajikanNya yang tidak terbatas dan kebahagiaanNya yang tidak terbatas.  Kemuliaan eksternal dari Allah adalah ketika ciptaan mengetahui, mengasihi dan bergembira di dalam Allah. Kemuliaan Allah yang ekternal adalah komunikasi pengetahuan diriNya Allah, komunikasi kebajikan kasih Allah dan komunikasi kebahagiaan kegembiraan Allah kepada ciptaan.   

Kita biasa mengetahui Allah itu baik, adil, kudus, bajik, hikmat tetapi kita seringkali jarang mengetahui bahwa Allah adalah Allah yang bahagia. Allah kita adalah Allah yang cukup dan puas di dalam diriNya sendiri. Dia adalah self-sufficient dan independent. Karena Dia bahagia maka Dia bisa menjadi sumber kebahagiaan kita. Kalau Allah tidak bahagia dan tidak puas, Dia tidak bisa menjadi sumber kebahagiaan ciptaanNya. Kemuliaan Allah adalah mengetahui dirinya Allah yang adalah kasih dan bahagia.  

Dikuduskanlah namaMu.

Allah adalah Allah yang kudus. Kudus berarti Dia berbeda dengan ciptaan. Dia berbeda kualitas dengan yang lain. Kudus berarti Dia adalah indah dan mulia. Kudus berarti Dia sempurna dan tidak ada kekurangan. Kudus berarti karakter moralNya sempurna dan tidak berdosa. KekudusanNya adalah kemuliaan internal Allah. KekudusanNya ini dipancarkan dan menjadi kemuliaan eksternal Allah. Kekudusan adalah attribut Allah yang penting.

Di dalam Alkitab salah satu attribut yang sering diulang-ulang adalah kasih setia Tuhan atau hesed. His covenant love, His steadfast love, His lovingkindness. Tetapi attribut Allah yang diulang secara superlatif 3x hanya attribute kekudusan.

Di dalam Yesaya 6 dikatakan bahwa
“Dalam matinya raja Uzia, aku melihat Tuhan duduk di atas tahta yang tinggi dan menjulang dan ujung jubahNya memenuhi Bait Suci. Para Serafim berdiri disebelah atasNya, masing-masing mempunyai enam sayap; dua sayap dipakai untuk menutupi muka mereka, dua saya dipakai untuk menutupi kaki mereka dan dua saya dipakai untuk melayang-layang. Dan mereka berseru seorang kepada yang lain, katanya : “Kudus, kudus, kuduslah Tuhan semesta alam. Seluruh bumi penuh dengan kemuliaanNya !”
Di dalam Yohanes 12:41 dikatakan bahwa hal ini yang dikatakan Yesaya ketika dia melihat kemuliaan Kristus dan berkata-kata tentang Dia.

Permohonan pertama dari doa Bapa kami supaya nama Tuhan dikuduskan atau dimuliakan berarti supaya kemuliaan Tuhan dikenal, diketahui dan dinikmati oleh kita, manusia ciptaanNya Ini adalah prinsip doa yang terutama. Kemuliaan Allah adalah yang terutama di dalam segala sesuatu bahkan di dalam doa. Tujuan kita hidup di dunia ini adalah untuk memuliakan Allah dan menikmatiNya. Teologi Reformed juga berpusat kepada kemuliaan Allah. Soli Deo Gloria adalah semboyan dari pilar reformasi.

Segala sesuatu yang Allah kerjakan adalah untuk kemuliaan namaNya. Allah adalah Alfa dan Omega. Dia adalah yang pertama, penyebab segala sesuatu dan Dia adalah akhir dan tujuan segala sesuatu. Segala sesuatu adalah dari Dia, oleh Dia dan untuk Dia, bagi Dialah kemuliaan untuk selama-lamanya. ( Roma 11:36 ). Di dalam penutup Doa Bapa kami juga ditutup dengan Karena Engkaulah yang empunya kerajaan dan kuasa dan kemuliaan sampai selama-lamanya. Doa Bapa kami dimulai dengan kemuliaan Tuhan dan ditutup dengan kemuliaan Tuhan. Diri Allah adalah Alfa dan Omega.

Sekali lagi ditegaskan bahwa kemuliaan Allah adalah yang terutama di dalam segala sesuatu.  

Allah menciptakan dunia ini untuk kemuliaan namaNya. Alam semesta menyatakan kemuliaan Allah. Mazmur 19:1 mengatakan bahwa Langit menceritakan kemuliaan Allah dan cakrawala memberitakan pekerjaan tanganNya. Di dalam alam semesta ini kita dapat melihat kemuliaan Tuhan dinyatakan. Alam semesta menunjukkan hikmat dari Pencipta seperti satu barang seni menunjukkan kehebatan dari si pembuat seni. Alam semesta ini adalah satu design yang menujukkan hikmat dari designernya. Ketika kita sedang ke gunung yang tinggi dan menyaksikan pemandangan alam, air terjun, awan, langit matahari, bintang dan bulan, kita menyaksikan kemuliaan Tuhan. Seringkali kita yang hidup di kota sudah jarang bisa menyaksikan kebesaran Tuhan di dalam karya alam semesta karena dunia kita sudah dunia gadget.

Allah menciptakan dunia ini untuk kemuliaan namaNya. Kalau kita sebagai manusia sungguh-sungguh mempelajari alam semesta ini dengan takut akan Tuhan dan dari perspektif yang benar maka kita akan melihat kemuliaan Tuhan. Ketika kita belajar ilmu pengetahuan sains, kita perlu minta pencerahan dari Tuhan untuk melihat kemuliaan Tuhan.

Di dalam menciptakan alam semesta, Allah menciptakan manusia yaitu  mahkota ciptaan sebagai gambar dan rupa Allah untuk kemuliaan namaNya. Manusia diciptakan menurut gambar dan rupa Allah untuk menjadi refleksi kemuliaan Allah.

Seperti seorang pelukis melukis dirinya sendiri untuk menjadi refleksi diri si penulis. Di dalam Mazmur 8 dibuka dengan kalimat
“Ya Tuhan, Tuhan kami, betapa mulianya namaMu diseluruh bumi ! keagunganMu yang mengatasi langit dinyanyikan. Dari mulut bayi-bayi dan anak-anak yang menyusu telah Kau letakkan dasar kekuatan karena lawanMu untuk membungkan musuh dan pendendam. Jika aku melihat langitMu, buatan jariMu, bulan dan bintang bintang yang Kau tempatkan; apakah manusia sehingga Engkau mengingatnya ? Apakah anak manusia sehingga Engkau mengindahkannya ? Namun Engkau telah membuatnya hampir sama seperti Allah, dan telah memahkotainya dengan kemuliaan dan hormat. Engkau membuat dia berkuasa atas buatan tanganMu; segala-galanya telah Kau letakkan di bawah kakinya; kambing domba dan lembu sapi sekalian, juga binatang-binatang dipadang; burung-burung di udara dan ikan-ikan dilaut dan apa yang melintasi arus lautan. Ya Tuhan, Tuhan kami betapa mulianya namaMu diseluruh bumi”.

Manusia diciptakan untuk kemuliaan Allah.  Yesaya 43:6-7 mengatakan “Bawalah anak-anakKu laki-laki dari jauh dan anak-anakKu perempuan dari ujung-ujung bumi, semua orang yang disebutkan dengan namaKu, yang Kuciptakan untuk kemuliaanKu, yang Kubentuk dan yang juga Kujadikan !”

Ketika Alkitab mengatakan bahwa kita manusia diciptakan untuk kemuliaan Allah maka adalah tragedi ketika manusia berdosa. Dosa adalah kita tidak ingin kemuliaan Allah. Dosa adalah kita ingin kemuliaan diri. Dosa adalah ketika kita tidak menikmati kemuliaan Allah dan mencari kenikmatan di luar Allah. Roma 1 mengatakan bahwa sebab sekalipun mereka mengenal Allah, mereka tidak memuliakan Dia sebagai Allah atau tidak mengucap syukur kepadaNya. Alkitab mengatakan bahwa semua orang telah berbuat dosa dan kehilangan kemuliaan Allah. Dosa adalah kita tidak menjadi reflektor kemuliaan Allah. Karakter Allah yang maha kasih, maha adil, kudus, bijaksana, mulia tidak tercermin di dalam manusia yang egois, berdosa, bodoh.

Tetapi Allah mempunyai rencana penebusan. Rencana penebusanNya adalah di dalam diri AnakNya. Anak Allah diutus dan berinkarnasi ke dalam dunia ini. Dia adalah cahaya kemuliaan Allah. Kristus adalah cahaya kemuliaan Allah. Satu waktu, Prof Lane Tipton pernah didekati oleh orang saksi Yehova dan ditanya menurut anda siapakah Tuhan Yesus ? Lane Tipton menjawab bahwa Dia adalah cahaya kemuliaan dari Yahweh dimana Yahweh tidak pernah memberikan kemuliaanNya pada yang lain. Orang saksi Yehova itu bilang apa ? Dia kaget. Karena di dalam Perjanjian Lama dalam kitab Yesaya ada dikatakan bahwa Yahweh tidak akan memberikan kemuliaan Dia kepada yang lain. Ini berarti Yesus Kristus yang disebut cahaya kemuliaan Allah berarti Allah juga. Karena Allah tidak membagikan kemuliaanNya pada yang lain.

Bila anda mempelajari alam semesta dengan benar maka anda akan melihat kemuliaan Allah di dalam alam semesta. Tetapi bila anda mempelajari mengenai Firman Allah, mempelajari mengenai Yesus Kristus, anda akan melihat kepenuhan kemuliaan Allah. Dan pengetahuan kemuliaan Kristus ini akan mengubah anda dari kemuliaan menuju kepada kemuliaan. Karena itu marilah kita mengenal Yesus Kristus yang nilainya melebihi apapun.

Secara singkat kita menyimpulkan bahwa ciptaan Allah menyatakan kemuliaan Allah, manusia menyatakan kemuliaan Allah tetapi kehilangan kemuliaan Allah dan Kristus adalah kepenuhan Allah yang diutus untuk menyelamatkan manusia. Rencana penebusan ini adalah untuk kemuliaan Allah. Tujuan Allah mencipta adalah untuk kemuliaanNya dan tujuan Allah menebus adalah untuk kemuliaanNya.

Manusia berdosa mungkin mempertanyakan mengapa Allah adalah akhir tujuan dari segala sesuatu. Mengapa kemuliaanNya harus menjadi tujuan dari segala sesuatu ? Bukankah ini kedengarannya seperti sesuatu yang narsis, egois dan jahat. Pikiran ini adalah pikiran manusia berdosa. Karena di dalam dunia orang berdosa kita melihat realita bahwa sesuatu yang berpusat pada diri sendiri adalah jahat.

Tetapi ada 3 jawaban terhadap keberatan ini :
1. Ketika seseorang berpusat kepada dirinya sendiri dia adalah jahat karena kepentingannya menjadi pusat dan kepentingan banyak orang diabaikan. Tetapi berbeda dengan Allah. Ketika Allah memuliakan diriNya maka Dia bertujuan untuk kebaikan ciptaanNya. Kemuliaan Allah dan berkat atas ciptaan adalah satu paket. Kemuliaan Allah ini dimengerti secara akal dan dinikmati oleh ciptaanNya. Kemuliaan Allah bukan bertentangan dikotomis dengan kebahagiaan kita. Orang kafir berpendapat bahwa mengasihi dan memuliakan Allah itu sesuatu yang berat, suatu hal yang menyusahkan dan penderitaan. Tetapi sebaliknya ketika kita memuliakan Allah, kita menikmatiNya. Dan ketika kita menikmatiNya kita memuliakanNya. Kebahagian ada di dalam diri Allah sendiri. Agustinus mengatakan “Engkau telah menciptakan kami bagi Diri-Mu, ya Allahku, dan hati kami tiada tenang sebelum beristirahat di dalam Dikau.”. Jiwa kita tidak tenang dan tidak bahagia sampai kita beristirahat di dalam Dia. Agustinus juga mengatakan bahwa Allah Tritunggal adalah sumber kenikmatan kita. Dan segala yang lain adalah media kita untuk menikmati kenikmatan di dalam Tuhan.

2. Ketika satu pribadi memandang sesuatu yang sangat bernilai dan menghargainya maka itu adalah wajar karena memang sesuatu itu bernilai dan berharga. Allah adalah pribadi yang memandang sesuatu yang sangat bernilai dan menghargainya yaitu diriNya yang maha baik, maha bajik, maha bijaksana, maha adil, dan mulia. Dan ini adalah sesuatu yang wajar.

3. Allah memuliakan diriNya di dalam Allah Tritunggal. Allah adalah pribadi yang berkomunitas. Allah Bapa, Allah Anak dan Allah Roh Kudus. Allah adalah satu namun mempunyai tiga pribadi. Ini adalah misteri dan paradoks. Allah Tritunggal saling mengasihi dari kekal sampai kekal. Mereka cukup dan puas di dalam diri mereka. Mereka bahagia dan menjadi sumber kebahagiaan. Ketika Allah memuliakan diriNya maka Allah Bapa memuliakan Allah Anak. Allah Anak memuliakan Allah Bapa. Allah Bapa memuliakan Allah Roh Kudus dan Allah Anak memuliakan Allah Roh Kudus. Allah Roh Kudus memuliakan Allah Bapa dan Allah Anak. Mereka saling memuliakan dan saling mengasihi. Allah Tritunggal menjadi sumber kasih dan kebahagiaan.  

Doa supaya nama Tuhan dimuliakan adalah doa supaya kemuliaan Tuhan dikenal, diketahui dan dinikmati oleh kita, manusia ciptaanNya. Sebagai anak-anakNya bagaimana supaya kita memuliakan nama Tuhan ?
1.    Dengan hidup kudus
Ketika kita melakukan kehendakNya untuk hidup kudus maka Allah dimuliakan. Kuduslah kamu sebab Aku kudus ! 1 Kor 6:20 mengatakan :”Sebab kamu telah dibeli dan harganya telah lunas dibayar : Karena itu muliakan Allah dengan tubuhmu” Di dalam ayat sebelumnya dijelaskan bahwa “Atau tidak tahukah kamu, bahwa tubuhmu adalah bait Roh Kudus yang diam di dalam kamu, Roh Kudus yang kamu peroleh dari Allah – dan bahwa kamu bukan milik kamu sendiri ? “    
Ketika hidup kita makin kudus maka karakteristik Allah terlihat di dalam diri kita.  Allah menikmati hal ini dan Allah dimuliakan di dalam hal ini.

2.    Dengan berbuah dalam kasih dan kebenaran
Matius 5:16. Demikianlah hendaknya terangmu bercahaya di depan orang, supaya mereka melihat perbuatanmu yang baik dan memuliakan Bapamu yang di sorga. Doa Paulus kepada jemaat di Filipi adalah : “Inilah doaku, semoga kasihmu makin melimpah dalam pengetahuan yang benar dan dalam segala macam pengertian, sehingga kamu dapat memilih apa yang baik, supaya kamu suci dan tak bercacat menjelang hari Kristus, penuh dengan buah kebenaran yang dikerjakan oleh Yesus Kristus untuk memuliakan dan memuji Allah.” ( Fil 1:9-11 ). Yoh 15:8 mengatakan : “ Dalam hal inilah BapaKu dipermuliakan, yaitu jika kamu berbuah banyak dan dengan demikian kamu adalah murid-muridKu”

3.    Dengan hidup kita semakin dibentuk serupa dengan AnakNya.
Kristus adalah cahaya kemuliaan Allah. Ketia hidup kita makin dibentuk serupa dengan AnakNya maka karakteristik Kristus terlihat di dalam diri kita. Allah menikmatiNya dan Allah dimuliakan melaluiNya.

4.    Dengan memberitakan Injil mengenai kemuliaan Kristus
Dengan memberitakan berita Injil Kerajaan Allah maka kita memberitakan kasih Allah di dalam Yesus Kristus. Tujuan dari pemberitaan Injil yang terutama adalah untuk kemuliaan Allah. Ketika Kristus lahir malaikat berseru : “Kemuliaan bagi Allah ditempat yang maha tinggi dan damai sejahtera di bumi diantara manusia yang berkenan kepadaNya”. Allah dimuliakan di dalam Yesus Kristus. Allah dimuliakan di dalam diri AnakNya di dalam ketaatanNya, perendahan diriNya bahkan sampai mati di kayu salib. Filipi 2 memaparkan mengenai Kristus Yesus yang walaupun dalam rupa Allah tidak menganggap kesetaraan dengan Allah itu sebagai milik yang harus dipertahankan, melainkan telah mengosongkan diriNya sendiri dan mengambil rupa seorang hamba, dan menjadi sama dengan manusia, Ia telah merendahkan diriNya taat sampai mati bahkan sampai mati dikayu salib. Itulah sebabnya Allah sangat meninggikan Dia dan mengaruniakan kepadaNya nama di atas segala nama. Supaya dalam nama Yesus bertekuk lutut segala yang ada dilangit dan yang ada diatas bumi dan yang ada dibawah bumi. Dan segala lidah mengaku “Yesus Kristus adalah Tuhan, bagi kemuliaan Allah, Bapa !” Ketika orang percaya Tuhan Yesus maka Bapa dimuliakan.

5.    Dengan bergembira, bersyukur dan menikmatiNya
Dengan puas, bersyukur dan menikmatiNya berarti kita menghargai Allah dan memuliakan Dia. John Piper mengatakan bahwa Allah paling dimuliakan ketika kita paling puas. Karena itu kita harus bergembira di dalam Tuhan. Bersukacitalah senantiasa. Ketika kita puas, bersyukur dan menikmatiNya kita juga memuji Tuhan. Dengan memuji Tuhan, kita memuliakanNya. Yang mempersembahkan pujian memuliakan Aku. Menurut Mazmur 50:23.

Kesimpulan

Karena itu kita harus berusaha di dalam hidup dan doa kita untuk memuliakan nama Tuhan. Doa kita adalah yang terutama untuk memuliakan nama Tuhan. Permintaan doa Bapa kami yang lain kita meminta kecukupan hidup, doa kita meminta pengampunan, doa kita meminta dilepaskan dari yang jahat semua itu untuk kemuliaan Tuhan.
Doa meminta kecukupan hidup adalah untuk kemuliaan Allah : Allahku akan memenuhi segala keperluanmu menurut kekayaan dan kemuliaanNya dalam Kristus Yesus. ( Filipi 4:19 )
Doa meminta pengampunan adalah untuk kemuliaan Allah : Pemazmur berdoa :”Oleh karena namaMu ya Tuhan, ampunilah kesalahanku, sebab besar kesalahan itu” ( Mazmur 25:11 )
Doa meminta kita dilepaskan dari yang jahat adalah untuk kemuliaan Allah : Pemazmur berdoa “Tolonglah kami, ya Allah, penyelamat kami demi kemuliaan namaMu ! Lepaskanlah kami dan ampunilah dosa kami ! oleh karena namaMu ! ( Mazmur 79:9 )

Bukan saja dalam doa kita tetapi dalam seluruh hidup kita semuanya untuk kemuliaan nama Tuhan. Karena itu tujuan kita diciptakan. Dalam segala yang kita lakukan kita harus memuliakan nama Tuhan bukan untuk kemuliaan diri kita sendiri. Pemazmur mengatakan bukan kepada kami, ya Tuhan, bukan kepada kami. Tetapi kepada namaMulah beri kemuliaan, oleh karena kasihMu oleh karena setiaMu ! ( Mazmur 115:1 )
1 Kor 10:31 mengatakan  : “Jika Engkau makan atau jika engkau minum, atau jika engkau melakukan sesuatu yang lain, lakukanlah semuanya itu kemuliaan Allah”

Jeffrey Lim
4-11-2013

Bibliography
God’s passion for His glory – by John Piper

We have 28 guests and no members online