“Hikmat berseru-seru nyaring di jalan-jalan, di lapangan-lapangan ia memperdengarkan suaranya” ( Amsal 1:20 )
“Bukankah hikmat berseru-seru dan kepandaian memperdengarkan suaranya?.” ( Amsal 8:1 )

Hikmat dipersonifikasikan sebagai perempuan bijaksana yang memberikan tawaran ajaran bijaksana. Hikmat ini mengundang manusia untuk datang kepadaNya. Dia hendak memberikan ajaran bijaksana dan mengajarkan jalan petunjuk untuk hidup bijaksana. Jalan hikmat adalah jalan menuju kepada kehidupan dan takut akan Tuhan.

 

Sebalik dari hikmat adalah dipersonifikasikan sebagai perempuan jalang yang mengajak untuk melakukan kejahatan. Perempuan jalang ini adalah personifikasi dari penyembahan berhala dan hidup yang menjauh dari Tuhan.

Di dalam hidup kita sehari-hari, kita sering mendengar 2 suara ini. Suara hikmat dan suara jahat. Suara itu sama-sama mengundang. Undangan hikmat membawa kepada kebenaran, keadilan dan kejujuran. Sedangkan undangan jahat membawa kepada maut.
Di dalam Perjanjian Baru, hikmat Allah adalah Yesus Kristus. Suara Injil memanggil kita untuk datang kepadaNya dan memikul kuknya yang ringan. Tetapi suara si jahat mau memanggil kita untuk menikmati dunia ini beserta isinya.
Undangan manakah yang hendak kita ikuti ?
Tuhan mengenal jalan orang benar tetapi jalan orang fasik menuju kepada kebinasaan ( Maz 1:6 )

Jeffrey Lim
19 Maret 2007

We have 27 guests and no members online